
Belajar Jadi Ikan Sapu-sapu
Tiada yang lebih sabar
dari ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys), Disimpan di kolam -
bahagia, dipindahkan ke baskom - berterima. Diam di air jernih atau di lumpur,
ia tetap bersyukur. Diberi makan pelet - senang,
lupa diberi makan, ia lumat lumut itu. Ketika pompa air mati, disergapnya
oksigen langsung dari udara. Bahkan ia bisa
hidup di sungai keruh dan dapat hidup damai berdampingan dengan siapa saja, apakah itu koi, red sumatera, belida,
arwana, nila dan karena pemancing/nelayan
pun gak minat maka disamping nya pun ia aman.
Namun
banyak kaca akuarium
berhutang bersih kepadanya. Ia tahu bukan pilihan menu ikan bagi manusia oleh
sebab itu ia terima dirinya apa adanya (tapi banyak orang miskin
yang memasaknya untuk sekedar bertahan idup atau untuk berjualan somay di
Jakarta). Jika
nasib membuat tubuhnya berwarna-warna, ia tak jadi jumawa, namun juga ia tak
pernah rendah diri di hadapan ikan-ikan lain jika tubuhnya hitam sewarna saja dan kotor plus bau pula.
Kalu tidak bisa berguan buat orang lain - minimal jangan merepotkan orang lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar