“Wahai putriku,seandainya wasiat ini diwariskan
untuk keutamaan dalam akhlak atau kemuliaan dalam keturunan,niscaya ia
akan diwarisi dari dirimu.Tetapi wasiat ini sebagai peringatan bagi
orang-orang yang lalai,dan sebagai bahan renungan bagi orang yang
berakal.
Wahai putriku,seandainya seorang wanita tidak butuh kepada suaminya,karena kekayaan bapaknya,padahal
dia sangat membutuhkan dirinya,niscaya engkau adalah orang yang paling
tidak membutuhkannya.Tetapi ketahuilah,wanita-wanita itu diciptakan
untuk orang laki-laki,sebagaimana laki-laki diciptakan untuk orang
wanita.
Wahai putriku,engkau sekarang telah meninggalkan udara
dimana engkau dilahirkan,dan telah jauh dari mana tempat tinggal dimana
engkau tumbuh besar,menuju dunia yang engkau belum mengetahuinya,dan
seorang teman dimana engkau belum pernah mengenalnya.Dengan
memilkimu,dia akan menjadi raja bagimu,maka jadilah engkau menjadi hamba
sahaya baginya sehingga dia akan menjadi hamba sahaya bagimu.
Peganglah olehmu sebuah peringai,semoga menjadi bekal dan pengingat bagimu.
Pertama dan kedua,temanilah dia dengan penuh kepuasan,dan pergauilah
dia dengan senantiasa mendengar dan mentaatinya.Karena sesungguhnya
dalam kepuasan itu terdapat ketenangan hati,dan dalam pendengaran serta
ketaatan itu terletak redha sang Ilahi.
Ketiga dan
keempat,perhatikan penciumannya,sehingga dia selalu mencium bau yang
harum dan wangi dari dirimu,dan perhatikanlah pandangannya sehingga dia
tidak melihatmu sebagai suatu yang buruk.Sesungguhnya celak merupakan
sesuatu yang baik dari segala yang ada,sedangkan minyak wangi merupakan
sesuatu yang harum yang dicari setiap orang.
Kelima dan
keenam,perhatikanlah waktu makannya,dan janganlah engkau membuat
kegaduhan pada saat dia tidur.Karena sesungguhnya perihnya lapar
menjadikan nafsu bergejolak,sedangkan kegaduhan yang mengganggu tidur
menyebabkan kemurkaan.
Ketujuh dan kedelapan,jagalah hubungan
dan berlakulah baik kepada kerabat dan keluarganya.Dan,jagalah harta
kekayaannya,karena sesungguhnya menjaga harta miliknya merupakan wujud
dari pemghormatan yang paling baik.Sedangkan pemeliharaan hubungan
terhadap kerabat dan keluarganya merupakan bentuk pengurusan yang paling
baik terhadap dirinya.
Sedangkan kesembilan dan
kesepuluh,janganlah engkau menyebar luaskan rahasia, dan janganlah
engkau menentang perintahnya.Karena jika engkau menyebar luaskan
rahasianya,maka engkau tidak akan selamat dari penghianatannya,Dan,jika
engkau menentang perintahnya maka engkau telah membangkitkan amarah
dalam dadanya.
Selanjtunya wahai putriku,hindarilah kegembiraan
dihadapannya pada saat dia sedang dalam kesedihan dan
kesusahan.Dan,janganlah engkau bermuram durja pada saat dia
bahagia.Karena kegembiraan pada saat dia sedih merupakan
kelalaian,sedangkan kemuraman pada saat dia bahagia merupakan perbuatan
yang merupakan mengeruhkan suasana.
Jadilah engkau yang paling
mengagungkan dirinya,maka dia akan menjadi orang yang paling
memuliakanmu.Dan jadilah engkau orang yang paling mendukungnya,niscaya
dia akan menjadi lenggeng bersamamu.
Dan,ketahuilah wahai
putriku,engkau tidak akan pernah sampai pada apa yang engkau cintai dari
sehingga engkau mendahulukan keredhaannya atas keredhaanmu,dan
keinginannya atas keinginanmu terhadap segala hal yang kamu senangi atau
kamu benci.Semoga Allah memberi kebaikan padamu dan melindungimu.”
(Pesan ini disampaikan oleh Umamah binti Harits, wanita dan pembesar
Arab, saat menikahkan putrinya dengan Harits bin Amru Al-Kindi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar